''ketidak mengertian awam terhadap strategi dan trik politik partai islam membuat mereka kebingungan,sehingga tidak heran jika terjadi peningkatan apatisme politik di kalangan awam terhadap paratai islam''
Keberadaan dan keikutsertaan partai islam dlm sistem negara Demokrasi menjadi Dilema, Di satu sisi, sistem Demokarsi bukan bagian dri sistem islam, bahkan bertentangan dgn ajaran islam. Namun di sisi lain, ada kepentingan umat islam yg harus di jaga dan di lindungi serta di bela melalui sitem kenegaraan, manakala negara hnya menyediakan koridor demokrasi dlm sistem politiknya, maka partai islam pun di paksa untk menempuh jalur yg tersedia. Dalam menyikapi sistem demokrasi di kalangan Gerakan islam hnya ada dua kelompok politik: pertama, menolak sistem demokrasi secara mutlak dan memilih untk melakukan perlawanan, baik secara fisik maupun non fisik, baik secara tertutup maupun terbuka. Kelompok ini secara prinsip adlh kelompok yg paling ideal, namun jika tdk di ikuti dgn strategi dan taktik yg baik, maka sering tampil eksklusif dan terkadang terlihat tdk realistis, bhkn cita2 mulianya dinilai oleh bnyk kalangan sebagai sesuatu yg utopis. Kedua, membolehkan sistem demokrsai dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt besar, sprti negara yg tdk menyediakan koridor politik kecuali hnya sistem demokrasi dan disana ada kepentingan umat islam yg wajib dijaga dan dilindungi. Kelompok ini secara prinsisp tdk mslh sepanjang hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dan selama tetap mengakui bhw sistem demokrasi bkn bagian dri ajaran islam serta ttp memperjuangkan penerapan sistem islam. Namun, jika tdk waspada dan hati2, maka kelompok ini sering terbuai ikut ''menikmati'' demokrasi, serta lupa prinsip semula, akibatnya bnyk menilai sebagai sikap hipokrit.
Terlepas dri perbedaan sikap dri dua kelompok Gerakan islam, maka seyogya nya kedua kelompok itu tetap saling menghormati dan menghargai. Bahkan sepatutnya kedua kelompok bekerjasama saling menguatkan satu sama lainnya. Setidknya masing2 menjaga diri agar tdk bsa di adu domba pihak ketiga. Bagi kelompok kedua yg membolehkan sistem demokrasi dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt, harus selalu menyadari bahwasan nya mereka hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dgn demikian, mereka tdk terbuai ikut menikmati demokrasi, dan tdk pula bergeser dri niat dan tujuan semula. Dalam setiap langkah dan kebijakan, kelompok kedua yg membentuk diri menjadi partai islam harus selalu berusaha memperkenalkan,mensosialisasikan, dan mengkampanye kan sistem islam. Partai islam harus selalu menekan kan bahwasannya sistem islam adlh sistem yg terbaik. Partai islam tdk boleh ragu untk selalu menghalakan yg halal dan mengharamkan yg haram, partai islam tdk boleh bimbang memperjuangkan penerapan syariat islam, partai islam harus memperjuangkan pendidikan yg islami, sistem ekonomi yg syar'i, sistem media yg akhlaqi, sistem politik yg qurani,dan sistem masyarakat yg nabawi. Partai islam tdk boleh bosan melawan segala kemunkaran, partai islam harus bekerja keras membendung terorisasi umat islam,membubarkan aliran sesat, memerangi perdukunan, memeberantas korupsi, menolak peredaran minuman keras, menutup lokalisasi pelacuran, melawan pornografi dan pornoaksi, menangkal homoseksual dan lesbianisme, serta membasmi mafia hukum. Setiap aktivis partai islam harus beriman dan bertaqwa serta ber akhlaqulkarimah, ucapan dan tindakan serta sikap setiap aktivis partai islam mesti mencerminkan ajaran islam, dan partai islam harus berani menindak tegas setiap kadernya yg tdk bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar