UNTUK menjadi baik, manusia
membutuhkan pendidikan. Ibadah puasa
merupakan proses pendidikan untuk
menempa manusia agar mengedepankan
perilaku mulia. Melalui ibadah puasa, sikap
pengendalian diri adalah hal utama. Tidak
hanya menahan lapar dahaga dari terbit
fajar hingga matahari terbenam, namun
juga mengekang nafsu tercela. Ada proses
pendidikan dalam ibadah puasa yang
memusat pada pembentukan manusia
bertakwa.
Jika ibadah puasa Ramadan bermaksud
menjadikan manusia bertakwa, maka
perwujudan manusia bertakwa itu tidaklah
menjelma seketika. Diperlukan kesadaran
dan pemahaman hakiki terkait ibadah
puasa. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW
disebutkan bahwa banyak orang berpuasa
tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar
dan dahaga. Tak ada buah dari ibadah
puasa jika dijalankan tanpa pemaknaan
mendalam.
Perjamuan Ramadan
Pada dasarnya manusia merupakan
makhluk lemah. Manusia bukanlah
jama’ah malaikat yang terlepas dari
khilaf dan dosa. Sebaik-sebaik manusia
pastilah pernah berbuat kesalahan dan
kekeliruan. Manusia suci tanpa dosa itu tidak ada kecuali para nabi dan rasul.
Kepemilikan kesadaran bahwa tidak ada
manusia yang bersih dari kesalahan
mengajak manusia menikmati perjamuan Ramadan. Bulan Ramadan merupakan perjamuan yang diselenggarakan Tuhan agar manusia menempa dirinya menjadi manusia baik, manusia yang bertakwa.
Sudak jamak dimengerti, takwa dalam
definisi klasik diartikan sebagai sikap dan perilaku untuk konsisten mematuhi
perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Dengan menjalankan ibadah puasa
Ramadan diharapkan agar manusia taat
terhadap ketentuan Tuhan. Namun, tidak setiap manusia bisa menghadiri perjamuan Ramadan dalam upaya meningkatkan kualitas diri dan
kemanusiaannya. Ibarat perjamuan makan di istana, hanya orang-orang yang berkepentingan sajalah yang hadir. Dengan kata lain, manusia yang tidak
berkepentingan dengan ibadah puasa
Ramadan dipastikan tidak akan menghadiri perjamuan Ramadan. Nah, adakah kita berkepentingan dengan perjamuan Ramadan yang menyuguhkan hidangan pahala, ampunan dosa, dan nikmat-nikmat Tuhan lainnya? Setiap diri kita tentu
berkeinginan melahap hidangan tersebut. Namun, amat disayangkan jika kepentingan kita pada bulan Ramadan bukan untuk memperbaiki diri. Disadari atau tidak, pada bulan Ramadan banyak dari kita memanipulasi identitas diri di hadapan Tuhan Yang Maha Menyaksikan.
Merajut asa
Kamis, 25 Agustus 2011
Rabu, 24 Agustus 2011
Dilema Partai Islam
''ketidak mengertian awam terhadap strategi dan trik politik partai islam membuat mereka kebingungan,sehingga tidak heran jika terjadi peningkatan apatisme politik di kalangan awam terhadap paratai islam''
Keberadaan dan keikutsertaan partai islam dlm sistem negara Demokrasi menjadi Dilema, Di satu sisi, sistem Demokarsi bukan bagian dri sistem islam, bahkan bertentangan dgn ajaran islam. Namun di sisi lain, ada kepentingan umat islam yg harus di jaga dan di lindungi serta di bela melalui sitem kenegaraan, manakala negara hnya menyediakan koridor demokrasi dlm sistem politiknya, maka partai islam pun di paksa untk menempuh jalur yg tersedia. Dalam menyikapi sistem demokrasi di kalangan Gerakan islam hnya ada dua kelompok politik: pertama, menolak sistem demokrasi secara mutlak dan memilih untk melakukan perlawanan, baik secara fisik maupun non fisik, baik secara tertutup maupun terbuka. Kelompok ini secara prinsip adlh kelompok yg paling ideal, namun jika tdk di ikuti dgn strategi dan taktik yg baik, maka sering tampil eksklusif dan terkadang terlihat tdk realistis, bhkn cita2 mulianya dinilai oleh bnyk kalangan sebagai sesuatu yg utopis. Kedua, membolehkan sistem demokrsai dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt besar, sprti negara yg tdk menyediakan koridor politik kecuali hnya sistem demokrasi dan disana ada kepentingan umat islam yg wajib dijaga dan dilindungi. Kelompok ini secara prinsisp tdk mslh sepanjang hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dan selama tetap mengakui bhw sistem demokrasi bkn bagian dri ajaran islam serta ttp memperjuangkan penerapan sistem islam. Namun, jika tdk waspada dan hati2, maka kelompok ini sering terbuai ikut ''menikmati'' demokrasi, serta lupa prinsip semula, akibatnya bnyk menilai sebagai sikap hipokrit.
Terlepas dri perbedaan sikap dri dua kelompok Gerakan islam, maka seyogya nya kedua kelompok itu tetap saling menghormati dan menghargai. Bahkan sepatutnya kedua kelompok bekerjasama saling menguatkan satu sama lainnya. Setidknya masing2 menjaga diri agar tdk bsa di adu domba pihak ketiga. Bagi kelompok kedua yg membolehkan sistem demokrasi dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt, harus selalu menyadari bahwasan nya mereka hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dgn demikian, mereka tdk terbuai ikut menikmati demokrasi, dan tdk pula bergeser dri niat dan tujuan semula. Dalam setiap langkah dan kebijakan, kelompok kedua yg membentuk diri menjadi partai islam harus selalu berusaha memperkenalkan,mensosialisasikan, dan mengkampanye kan sistem islam. Partai islam harus selalu menekan kan bahwasannya sistem islam adlh sistem yg terbaik. Partai islam tdk boleh ragu untk selalu menghalakan yg halal dan mengharamkan yg haram, partai islam tdk boleh bimbang memperjuangkan penerapan syariat islam, partai islam harus memperjuangkan pendidikan yg islami, sistem ekonomi yg syar'i, sistem media yg akhlaqi, sistem politik yg qurani,dan sistem masyarakat yg nabawi. Partai islam tdk boleh bosan melawan segala kemunkaran, partai islam harus bekerja keras membendung terorisasi umat islam,membubarkan aliran sesat, memerangi perdukunan, memeberantas korupsi, menolak peredaran minuman keras, menutup lokalisasi pelacuran, melawan pornografi dan pornoaksi, menangkal homoseksual dan lesbianisme, serta membasmi mafia hukum. Setiap aktivis partai islam harus beriman dan bertaqwa serta ber akhlaqulkarimah, ucapan dan tindakan serta sikap setiap aktivis partai islam mesti mencerminkan ajaran islam, dan partai islam harus berani menindak tegas setiap kadernya yg tdk bersih.
Keberadaan dan keikutsertaan partai islam dlm sistem negara Demokrasi menjadi Dilema, Di satu sisi, sistem Demokarsi bukan bagian dri sistem islam, bahkan bertentangan dgn ajaran islam. Namun di sisi lain, ada kepentingan umat islam yg harus di jaga dan di lindungi serta di bela melalui sitem kenegaraan, manakala negara hnya menyediakan koridor demokrasi dlm sistem politiknya, maka partai islam pun di paksa untk menempuh jalur yg tersedia. Dalam menyikapi sistem demokrasi di kalangan Gerakan islam hnya ada dua kelompok politik: pertama, menolak sistem demokrasi secara mutlak dan memilih untk melakukan perlawanan, baik secara fisik maupun non fisik, baik secara tertutup maupun terbuka. Kelompok ini secara prinsip adlh kelompok yg paling ideal, namun jika tdk di ikuti dgn strategi dan taktik yg baik, maka sering tampil eksklusif dan terkadang terlihat tdk realistis, bhkn cita2 mulianya dinilai oleh bnyk kalangan sebagai sesuatu yg utopis. Kedua, membolehkan sistem demokrsai dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt besar, sprti negara yg tdk menyediakan koridor politik kecuali hnya sistem demokrasi dan disana ada kepentingan umat islam yg wajib dijaga dan dilindungi. Kelompok ini secara prinsisp tdk mslh sepanjang hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dan selama tetap mengakui bhw sistem demokrasi bkn bagian dri ajaran islam serta ttp memperjuangkan penerapan sistem islam. Namun, jika tdk waspada dan hati2, maka kelompok ini sering terbuai ikut ''menikmati'' demokrasi, serta lupa prinsip semula, akibatnya bnyk menilai sebagai sikap hipokrit.
Terlepas dri perbedaan sikap dri dua kelompok Gerakan islam, maka seyogya nya kedua kelompok itu tetap saling menghormati dan menghargai. Bahkan sepatutnya kedua kelompok bekerjasama saling menguatkan satu sama lainnya. Setidknya masing2 menjaga diri agar tdk bsa di adu domba pihak ketiga. Bagi kelompok kedua yg membolehkan sistem demokrasi dlm kondisi darurat atau hajat yg sngt, harus selalu menyadari bahwasan nya mereka hnya sekedar memanfaatkan demokrasi untk keselamatan umat, dgn demikian, mereka tdk terbuai ikut menikmati demokrasi, dan tdk pula bergeser dri niat dan tujuan semula. Dalam setiap langkah dan kebijakan, kelompok kedua yg membentuk diri menjadi partai islam harus selalu berusaha memperkenalkan,mensosialisasikan, dan mengkampanye kan sistem islam. Partai islam harus selalu menekan kan bahwasannya sistem islam adlh sistem yg terbaik. Partai islam tdk boleh ragu untk selalu menghalakan yg halal dan mengharamkan yg haram, partai islam tdk boleh bimbang memperjuangkan penerapan syariat islam, partai islam harus memperjuangkan pendidikan yg islami, sistem ekonomi yg syar'i, sistem media yg akhlaqi, sistem politik yg qurani,dan sistem masyarakat yg nabawi. Partai islam tdk boleh bosan melawan segala kemunkaran, partai islam harus bekerja keras membendung terorisasi umat islam,membubarkan aliran sesat, memerangi perdukunan, memeberantas korupsi, menolak peredaran minuman keras, menutup lokalisasi pelacuran, melawan pornografi dan pornoaksi, menangkal homoseksual dan lesbianisme, serta membasmi mafia hukum. Setiap aktivis partai islam harus beriman dan bertaqwa serta ber akhlaqulkarimah, ucapan dan tindakan serta sikap setiap aktivis partai islam mesti mencerminkan ajaran islam, dan partai islam harus berani menindak tegas setiap kadernya yg tdk bersih.
Senin, 15 Agustus 2011
Pemimpin harapan
Ketika umat manusia menghadapi berbagai
kerusakan, baik moral maupun lingkungan,
Allah menurunkan Rosul untuk memimpin
umatnya menghadapi berbagai kerusakan
tersebut. Inilah pesan bagaimana
pentingnya pemimpin, ia yang akan
mendorong rakyatnya agar hidup jauh lebih
baik. Penderitaan yang dialami rakyat adalah
akibat kelalaian para pemimpin. Karena itu
kita harus sangat hati-hati dalam
mengangkat seseorang jadi pemimpin.
Figur yang harus kita dorong jadi pemimpin
adalah yang memiliki kriteria "kenabian",
Jujur, Terpercaya, Komunikatif dan Cerdas.
Pemimpin yang jujur akan senantiasa
mendahulukan kepetingan umat diatas
kepentingan pribadi dan golongannya. Ia
akan berkata sesuai dengan realita, ia tidak
akan berjanji diluar kemampuannya dan ia
akan rasional.
Pemimpin yang terpercaya adalah yang
memiliki kapabilitas, ia bukan hanya pandai
bersilat lidah tapi juga pandai menyelesaikan
setiap amanah yang dibebankannya dengan
tuntas. Ia teruji dengan berbagai kondisi. Ia
memiliki pengetahuan yang luas sehingga
layak dipercaya.
Komunikatif adalah ciri pemimpin yang kita
harapkan. Pemimpin yang mau mendengar,
bukan senang memerintah. Pemimpin yang
mau turun ke bawah mendengar keluhan
rakyatnya. Pemimpin yang peka terhadap
nasib rakyatnya. Pemimpin senang kalau
rakyatnya cerdas dan makmur. Pemimpin
yang selalu mengkomunikasikan semua
yang harus dikomunikasikan.
Kriteria berikutnya adalah cerdas. Cerdas
menangkap berbagai peluang. Cerdas
merubah rintangan jadi tantangan. Cerdas
menyelesaikan berbagai permasalahan
bangsa.
kerusakan, baik moral maupun lingkungan,
Allah menurunkan Rosul untuk memimpin
umatnya menghadapi berbagai kerusakan
tersebut. Inilah pesan bagaimana
pentingnya pemimpin, ia yang akan
mendorong rakyatnya agar hidup jauh lebih
baik. Penderitaan yang dialami rakyat adalah
akibat kelalaian para pemimpin. Karena itu
kita harus sangat hati-hati dalam
mengangkat seseorang jadi pemimpin.
Figur yang harus kita dorong jadi pemimpin
adalah yang memiliki kriteria "kenabian",
Jujur, Terpercaya, Komunikatif dan Cerdas.
Pemimpin yang jujur akan senantiasa
mendahulukan kepetingan umat diatas
kepentingan pribadi dan golongannya. Ia
akan berkata sesuai dengan realita, ia tidak
akan berjanji diluar kemampuannya dan ia
akan rasional.
Pemimpin yang terpercaya adalah yang
memiliki kapabilitas, ia bukan hanya pandai
bersilat lidah tapi juga pandai menyelesaikan
setiap amanah yang dibebankannya dengan
tuntas. Ia teruji dengan berbagai kondisi. Ia
memiliki pengetahuan yang luas sehingga
layak dipercaya.
Komunikatif adalah ciri pemimpin yang kita
harapkan. Pemimpin yang mau mendengar,
bukan senang memerintah. Pemimpin yang
mau turun ke bawah mendengar keluhan
rakyatnya. Pemimpin yang peka terhadap
nasib rakyatnya. Pemimpin senang kalau
rakyatnya cerdas dan makmur. Pemimpin
yang selalu mengkomunikasikan semua
yang harus dikomunikasikan.
Kriteria berikutnya adalah cerdas. Cerdas
menangkap berbagai peluang. Cerdas
merubah rintangan jadi tantangan. Cerdas
menyelesaikan berbagai permasalahan
bangsa.
Jumat, 12 Agustus 2011
Ibu
Habis kata-kataku untuk memujimu
Mataku tak sanggug melihat wajahmu yang
bersahaja
Damai hatiku kala kau peluk erat aku
Habis air mataku bila mengingat
ketulusanmu
Adakah orang yang sebaik dirimu?
Engkau menanggung beban selama
mengandungku
Engkau pertaruhkan nyawa untuk
melahirkanku
Walau engkau sering terluka dengan sikapku
Engkau tetap peluk erat aku...
Pundakmu kokoh menanggung beban dunia
Namun tetap lembut untuk menahan
kepalaku kala tidur dipelukanmu
Engkau tetap perkasa dan pantang
menyerah
Kala orang lain mulai mengeluh
Engkau tetap mencintaiku
Apapun kondisi yang aku alami
Engkau menyadarkanku
Engkau telah mendidikku
Arti kesungguhan
Arti ketulusan
Arti keberanian
Arti Pengorbanan
Kan kujaga harapanmu
Ibu, I love you
Mataku tak sanggug melihat wajahmu yang
bersahaja
Damai hatiku kala kau peluk erat aku
Habis air mataku bila mengingat
ketulusanmu
Adakah orang yang sebaik dirimu?
Engkau menanggung beban selama
mengandungku
Engkau pertaruhkan nyawa untuk
melahirkanku
Walau engkau sering terluka dengan sikapku
Engkau tetap peluk erat aku...
Pundakmu kokoh menanggung beban dunia
Namun tetap lembut untuk menahan
kepalaku kala tidur dipelukanmu
Engkau tetap perkasa dan pantang
menyerah
Kala orang lain mulai mengeluh
Engkau tetap mencintaiku
Apapun kondisi yang aku alami
Engkau menyadarkanku
Engkau telah mendidikku
Arti kesungguhan
Arti ketulusan
Arti keberanian
Arti Pengorbanan
Kan kujaga harapanmu
Ibu, I love you
Selasa, 02 Agustus 2011
Harapan itu masih ada
Kawan..
Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam. Kaya dengan sumber daya manusia. Penduduknya banyak sekali, ini adalah potensi yang luar biasa. Tetapi kita menjadi saksi atas puluhan juta rakyat
Indonesia yang berada di bawah garis
kemiskinan. Kita menjadi saksi atas
puluhan juta rakyat Indonesia yang
menganggur. Kita menjadi saksi atas
kerusakan alam yang dahsyat. Kita menjadi
saksi atas KORUPSI yang merajalela. Kita
menjadi saksi atas ketimpangan sosial yang terus membesar.
Ini semua harus segera dihentikan, segera diperbaiki, segera kembali ke jalan yang benar. Kita harus bergandeng tangan membangun bangsa yang besar ini. Kita tidak boleh diam meratapi kemunduran bangsa ini. Kita harus bangkit karena HARAPAN itu masih ada.
Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam. Kaya dengan sumber daya manusia. Penduduknya banyak sekali, ini adalah potensi yang luar biasa. Tetapi kita menjadi saksi atas puluhan juta rakyat
Indonesia yang berada di bawah garis
kemiskinan. Kita menjadi saksi atas
puluhan juta rakyat Indonesia yang
menganggur. Kita menjadi saksi atas
kerusakan alam yang dahsyat. Kita menjadi
saksi atas KORUPSI yang merajalela. Kita
menjadi saksi atas ketimpangan sosial yang terus membesar.
Ini semua harus segera dihentikan, segera diperbaiki, segera kembali ke jalan yang benar. Kita harus bergandeng tangan membangun bangsa yang besar ini. Kita tidak boleh diam meratapi kemunduran bangsa ini. Kita harus bangkit karena HARAPAN itu masih ada.
Langganan:
Komentar (Atom)